Mengenal Teknik Produksi Benih Jengkol dari Biji

Pentingnya kesehatan memang sudah sangat disadari oleh masyarakat secara luas saat ini. Hal ini ditandai dengan pola konsumsi masyarakat yang kian meningkat dan baik. Bahan pangan haruslah mengandung nilai gizi yang tinggi dan bermanfaat bagi tubuh sehingga bisa mencegah tubuh kita dari penyakit.

Tentunya makanan sehat menjadi prioritas yang tinggi bagi masyarakat zaman modern seperti sekarang. Salah satu makanan yang sangat dicari adalah jengkol. Tak heran jika benih jengkol kini banyak dicari oleh para petani demi memenuhi kebutuhan masyarakat luas.

Jengkol memang makanan yang merakyat. Meski harganya murah, jengkol memiliki banyak sekali nilai gizi yang tinggi dimana kaya akan karbohidrat, vitamin A, vitamin B, protein, fosfor, minyak atsiri, dan masih banyak lagi kandungan baik lainnya. Sedangkan untuk biji, kulit batang, hingga cangkang dari jengkol mengandung zat yang mampu mencegah diabetes lantaran beraktivitas dengan hipoglikemia (gula darah rendah). Dengan semua manfaat yang dimilikinya, tak heran jika jengkol menjadi makanan yang amat dicari.

 

Dengan tingginya permintaan masyarakat akan biji jengkol untuk bahan konsumsi pangan, tentu hal ini menjadikan ketersediaannya di pasaran pun amat terbatas. Tak heran jika kadang harga jengkol bisa meroket hingga 60 ribuan per kilonya. Bahkan di beberapa tempat, jengkol pun pernah sangat langka. Hal ini bisa menjadi bukti kalau komoditas jengkol memiliki nilai tambah yang tinggi.

 

Terbatasnya ketersediaan biji jengkol yang ada di pasaran disebabkan oleh belum adanya jengkol yang ditanam dengan skala kebun. Budidaya jengkol ini pun dibatasi dengan kurangnya benih jengkol yang unggul dan bermutu sehingga kerap jadi kendala.

 

Perlu Anda ketahui bahwa benih yang sehat memiliki ciri dengan adanya perkembangan di bagian struktur penting pada tanaman, misalnya akar, batang, sampai daun. Dengan demikian, ketersediaan benih yang bermutu dan sehat tentu harus dalam jumlah besar jika ingin mengembangkan jengkol dalam skala kebun demi memenuhi kebutuhan pasar yang tinggi.

Untuk itu, berikut ini adalah teknik untuk memproduksi benih tanaman jengkol melalui biji:

  1. Penyediaan media untuk persemaian. Untuk perbanyakan benih tanaman jengkol dari biji, media persemaiannya adalah media penanaman juga. Penyemaian/penanaman ini dilakukan secara langsung di polibag dengan adanya media tanah serta pupuk kandang.
  2. Pemilihan calon benih sebar jengkol. Pemilihan biji jengkol harus diseleksi berdasarkan keunggulan sifat utama pada jengkolnya, misalnya panjang polong, diameter biji, bobot biji, hingga jumlah biji per polongnya.
  3. Processing serta penanaman biji. Biji yang sudah terseleksi itu kemudian dikupas, dicuci dengan menggunakan air, lalu rendam di larutan fungisida. Dosisnya adalah 2-3 gram per liter air. Anda bisa merendamnya 5 hingga 10 menit.
  4. Pemeliharaan. Tak lupa juga dari segi pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menggunakan pestisida. Selain itu, fungisida pun dibutuhkan namun sesuai dengan kebutuhan serta dosis yang dianjurkan dari produknya. Benih ini siap digunakan menjadi benih sebar nantinya setelah 3 hingga 4 perawatan secara intensif.

 

Sistem pengendalian mutu pada benih jengkol dilakukan lewat sertifikasi produk benih yang ada. Sertifikasi benih ini merupakan serangkaian pemeriksaan pada calon benih yang dimulai dari persemaian biji hingga benih yang siap tanam sehingga benih bisa terjamin dan memenuhi standar mutu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *