Tips Dan Cara Budidaya Tanaman Stevia

Siapa sangka, sejak diketahui bahwa daun stevia ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif gula, maka menjadikan harga jual daun stevia ini mengalami lonjakan yang drastis. Sehingga banyak masyarakat yang berbondong-bondong untuk mulai mencoba mengembangkannya dengan cara membudidayakannya.

 

Cara membudidayakan stevia sendiri juga tidaklah susah, hanya perlu memperhatikan beberapa hal dan melakukan tahap-tahapnya dengan benar. Berikut adalah penjelasan terkait tahap-tahap yang perlu dilakukan ketika akan membudidayakan tanaman stevia.

Pembibitan

Bibit stevia ini bisa diperoleh melalui benih, stek, tunas dan kultur jaringan. Tetapi kebanyakan orang pada umumnya memilih memperbanyak stevia menggunakan cara stek karena dirasa lebih praktis dan cepat. Stek batang diambil dari bagian tengah cabang primer, sedangkan stek pucuk diambil dari bagian ujung tanaman.

Pembibitan dengan stek ini dilakukan menggunakan plastik yang kedap udara bersuhu rendah dan juga kelembapan udaranya juga menekati 100%. Selanjutnya ditunggu hingga umurnya mencapai 3-4 minggu, barulah bibit stek dapat dipindah tanamkan pada lahan yang telah dsiapkan.

Untuk menghasilkan daun stevia yang bagus, bibit yang digunakan haruslah bibit yang sehat. Ciri-ciri bibit yang sehat yaitu daunnya lebat atau minimal memiliki 6 pasang daun, tinggi tanaman antara 12-15 cm dan batangnya sehat.

Penanaman

Sebelum melakukan penanaman, lahan tanam yang akan digunakan untuk budi daya stevia digemburkan dengan cara dicangkul atau dibajak sebanyak 2 kali. Selanjutnya dibuat bedengan dengan ukuran lebar sekitar 100-125 cm, tinggi sekitar 20 cm dan untuk panjangnya dapat disesuaikan dengan lahan tanam.

Setelah semua siap, selanjutnya dilakukan penanaman. Bibit ditanam dengan jarak tanam sekitar 25cm x 25cm atau 30cm x 30cm dengan dalam setiap bedengan 4-5 baris bibit. Sebelum ditanam dalam lubang tanam yang dibuat diberi pupuk organik baik itu pupuk kandang atau pupuk kompos dengan dosis sekitar 250 gram/lubang tanam.

Pemeliharaan

Setelah melakukan penanaman maka perlu dilakukan pemeliharaan berupa pemupukan, pemangkasan dan pengendalian hama penyakit.

Setelah satu minggu tanam, pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk urea, TSP dan KCl dengan dosis masing-masing 1 gram/tanaman. Pemupukan ini kembali dilakukan setiap kali setelah panen. Selanjutnya, setelah tanaman berumur sekitar 2 minggu, maka perlu dilakukan pemangkasan pada setiap ujung tanaman guna mempercepat pembentukan percabangan dan supaya produksi daunnya semakin banyak.

Stevia rawan terkena seranagn hama kutu daun dan ulat, serta penyakit yang menyebabkan batang berwarna merah kemudian layu. Untuk pengendaliannya sebaiknya tidak menggunakan bahan kimia karena daunnya akan dikonsumsi. Sebaliknya, pengendalian lebih baik secara manual dengan cara memangkas daun agar tidak menyebar.

Pemanenan

Setelah 1,5 bulan setelah tanam, tanaman stevia sudah mulai bisa dipanen. Supaya kadar gula tidak turun, pemanenan harus dilakukan sebelum tanaman stevia berbunga, panen berikutnya dapat dilakukan 1 minggu setelah panen sebelumnya.

Selain berdasarkan umur, pemanenan stevia juga dapat dilakukan dengan melihat ketinggian tanamannya. Biasanya tanaman stevia yang sudah dapat dipanen adalah tanaman yang telah memiliki ketinggian sekitar 40-60 cm dan berdaun rimbun.

Waktu yang baik untuk melakukan pemanenan stevia yaitu pada pagi hari. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong bagian batang atau tangkai sepanjang 10-14 cm dari permukaan tanah, selanjutnya batang tersebut dirompes dan diambil daunnya saja.

Setelah selesai dipanen, selanjutnya dilakukan proses pengeringan. Pengeringan harus segera dilakukan sebab jika pengeringan terlambat kualitas daun dapat rusak karena oksidasi. Pengeringan daun stevia basah dilakukan dengan menjemur di bawah sinar matahari secara langsung selama 4-5 jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *