Silase untuk Pakan Ternak

Musim hujan dan musim kemarau merupakan musim yang perlu menjadi ­­perhatian bagi peternak yang memelihara ternak seperti sapi, kambing, domba dll.

Mengapa? Ini karena pada kedua musim tersebut, bisa saja menjadi melimpahnya hijauan pakan pada saat musim hujan dan berkurangnya hijauan pakan saat musim kemarau tiba.

Melimpahnya hijauan pada musim hujan adalah sauatu kesempatan bagi peternak untuk menyimpan pakan hijauannya untuk kebutuhan pakan di musim kemarau. Biasanya peternak akan menyimpan hijauan pakan tersebut dengan cara mengubahnya menjadi silase.

Silase merupakan pakan hijauan ternak yang diawetkan yang disimpan dalam kantong plastik yang kedap udara atau silo, drum, dan sudah terjadi proses fermentasi dalam keadaan tanpa udara atau anaerob. Silase dapat dimanfaatkan sebagai langkah menyimpan hijauan segar agar masih bisa dimanfaatkan di kemudian hari.

Bagaimana cara membuatnya? Berikut penjelasannya,

Pembuatan silase membutuhkan bahan-bahan seperti berikut;

  • Rumput gajah atau hijauan lain 50 kg
  • Silo atau kantong plastik untuk tempat penyimpanan
  • Tetes tebu atau molase s 1,5 kg. Jika menggunakan perbandingan berat lain, pastikan tetes tebu seberat tiga persen dari berat bahan utama silase
  • Dedak halus 1,5 kg atau lima persen dari bahan silase
  • Menir 1,75 kg atau sekitar 3,5 persen dari bahan silase
  • Onggok 1,5 kg atau tiga persen dari bahan silase

Langkah membuat silase:

  • Pertama, rumput hijau dipotong menjadi ukuran 5-10 cm menggunakan arit atau chopper. Pemotongan rumput ini bertujuan agar rumput dapat dimasukkan ke silo dalam keadaan rapat dan padat. Maksudnya adalah supaya tidak ada ruang untuk oksigen dan air ikut masuk ke dalam silo.
  • Fermentasi silase akan memakan waktu enam sampai delapan minggu. Setelah waktu tersebut, silo dapat dibongkar dan silase dapat diberikan pada ternak.
  • Kemudian, semua bahan seperti tetes tebu, dedak halus, menir, dan onggok dicampurkan dengan potongan rumput segar tersebut dan diaduk hingga merata.
  • Semua bahan yag sudah tercampur dimasukkan ke dalam hingga melebihi permukaan silo. Bahan dipadatkan hingga benar-benar padat dan tidak terdapat rongga udara.
  • Selanjutnya, bahan pakan ditutup rapat dengan lembaran plastik dan diberi pemberat pada bagian atas silonya.
  • Tanda silase yang berhasil difermentasi adalah rasa dan wanginya asam, warna pakan ternak masih hijau, teskstur rumput masih jelas, tidak berjamur serta tidak berlendir.

Sebaiknya, silase tidak diberikan secara keseluruhan. Sebaliknya, cukup diambil sedikit demi sedikit untuk stok pakan selama tiga hingga lima hari saja. Sebelum diberikan pada ternak, sebaiknya silase dijemur atau diangin-anginkan terlebih dahulu. Proses pembuatan dan penyimpanan silase yang baik dapat menghasilkan silase yang bisa disimpan hingga satu atau dua tahun.

Dengan demikian, pakan tersebut dapat diberikan pada ternak saat musim apapun, terutama ketika musim kemarau panjang atau musim paceklik. Jadi, bisa dikatakan selain sebagai pangan altematif saat kemarau, pembuatan silase juga bertujuan untuk menampung kelebihan produksi hijauan pakan ternak atau memanfaatkan hijauan pada saat pertumbuhan terbaik tetapi belum digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *